JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp200 miliar pada tahun ini untuk membangun kilang dan tangki timbun.

"Capex tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan pabrik refinery dan penambahan tangki timbun di anak perusahaan. Sumber dana capex berasal dari pinjaman dana bank," kata Sekretaris Perusahaan Mahkota Group, Elvi, di Jakarta akhir pekan lalu.

Pada 2018, produksi minyak sawit mentah (CPO) MGRO sebesar 219.149 ton. Angka tersebut melebihi target perusahaan yang sebesar 193.715 ton.

Tahun ini, MGRO mematok target produksi CPO sebanyak 203.308 ton. Untuk target penjualan mencapai Rp5,66 triliun, sementara target laba bersih tahun ini senilai Rp123,16 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, MGRO akan fokus ke hilirisasi dengan memanfaatkan pabrik refinery baru. 

--page

"Tahun ini MGRO akan mulai masuk ke hilirisasi dengan pengoperasian pabrik refinery baru yang akan menghasil berbagai produk turunan yang tentunya akan menambah pendapatan," papar Elvi.

Elvi mengatakan harga jual tahun CPO MGRO tahun lalu rata-rata berkisar Rp7.137 per kilogram. 

"Harapan emiten tahun ini, harga CPO bisa terkerek naik secara perlahan seiring dengan adanya campur tangan pemerintah dalam bisnis ini," ujarnya.

Sebagai informasi, MGRO membukukan laba bersih sebesar Rp84,52 miliar pada 2018, naik 582,2% dari Rp12,39 miliar pada 2017. MGRO membukukan pendapatan sebesar Rp2 triliun di 2018, naik 13,63% dari Rp1,76 triliun pada 2017. (NEDELYA RAMADHANI/m)