SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Saat ini pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kotim dilakukan dengan tiga sesi. Ini karena fasilitas komputer di setiap sekolah masih kurang. Sehingga satu komputer dipakai untuk tiga siswa. 

Melihat kondisi ini Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi ingin tahun depan fasilitas komputer di setiap sekolah bisa lebih banyak. Sehingga dapat menampung seluruh siswa yang ikut ujian. 

"Saat ini SMA sederajat sudah 100% melaksanakan UNBK. Namun yang masih kurang adalah komputernya. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi komputer yang digunakan," ujar Supian, Senin (1/4/2019). 

Dengan adanya hal tersebut, dirinya berharap agar nantinya lebih banyak lagi bantuan komputer dari pemerintah provinsi dan juga pusat. Sehingga pelaksanaan UNBK bisa dilakukan serentak, tanpa dijadwalkan per sesi. Hal tersebut sebagai upaya agar siswa lebih fokus dan tidak berfikir dirinya masuk pagi siang ataupun sore. 

"Saat kebijakan untuk SMA sederajat sudah ditangani provinsi. Sehingga kami pemerintah kabupaten hanya mengusulkan saja," ungkap Supian. 

--page

Meskipun sudah ditangani provinsi, namun Pemerintah Kotim tetap memperhatikan hal tersebut. Karena pendidiakan di daerah ini juga tanggungjawab pemerintah daerah. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)