PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai bentuk antisipasi dari prediksi panjangnya musim kemarau tahun ini, pemerintah secara terpusat telah memerintahkan setiap daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mempersiapkan langkah-langkah pengendalian karhutla.

"Berkaca dari provinsi tetangga seperti Kalbar yang baru-baru ini ditemukan 29 titik hotspot (titik panas), maka harus siap langkah antisipasi. Terlebih kemarau tahun ini tidak bisa diprediksi bulan apa saja yang bersifat ekstrim," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Koffeno Nahan, Selasa (1/4/2019).

Guna menyikapi ancaman karhutla di tahun ini lanjut Koffeno, maka pemerintah pusat juga telah mewanti wanti daerah rawan karhutla, yang koordinasi dalam penanggulangnan dan pencegahan akan melekat secara langsung kepada kepala daerah melalui satgas masing-masing.

"Pemerintah Kota Palangka Raya dipimpin langsung wali kota melalui satgas penanggulangnan dan pencegahan karhutla yang ada, telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi menyikapi peralihan musim ditahun ini. terutama  ancaman karhutla yang biasanya akan muncul," jelas Koffeno.

Sebelumnya, Juru Bicara DPRD, Alfian Batnakanti juga menyampaikan rekomendasi terkait BPBD dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Penyampaian Rekomendasi DPRD Kota Palangka Raya terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2018 tadi pagi.

--page

"Sarana dan prasarana BPBD harus menjadi perhatian mengingat BPBD merupakan leading sector di dalam bidang penanggulangan bencana," kata Alfian. (TESTI PRISCILLA/B-5)