PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Koffeno Nahan mengatakan bahwa parahnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2015 lalu harus menjadi pelajaran.

"Tahun 2015 menjadi tahun kelam dimana wilayah Palangka Raya mengalami bencana asap yang ditimbulkan dari karhutla," kata Koffeno, Selasa (2/4/2019).

Karenanya, lanjut Koffeno, mulai saat ini pihaknya telah mulai melaksanakan pencegahan sejak dini.

"Maka itu, upaya pencegahan sejak dini dilakukan, baik koordinasi melekat dan kesiapan sarana prasarana pencegahan," jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara DPRD, Alfian Batnakanti juga menyampaikan rekomendasi terkait BPBD dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Penyampaian Rekomendasi DPRD Kota Palangka Raya terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2018 tadi pagi.

--page

"Sarana dan prasarana BPBD harus menjadi perhatian mengingat BPBD merupakan leading sector di dalam bidang penanggulangan bencana," kata Alfian. (TESTI PRISCILLA/B-5)