PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Maret 2019, nilai tukar petani (NTP) gabungan dari lima subsektor pertanian sekitar 96,09 persen, lebih rendah 7,77 poin dibandingkan nilai tukar usaha rumah tangga (NTUP) yang mencapai 103,86%. 

Selisih antara NTP dan NTUP mencerminkan tingkat reduksi nilai tukar, sebagai dampak tingginya tingkat harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani produsen. 

Meningkatnya NTP 0,48 poin dibandingkan dengan bulan lalu, dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani 1,12 poin.

"Lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani 0,51 poin," ujar Kepala Badan Statistik (BPS) Kalteng Yomin Tofri, Selasa (2/4/2019).

Di sisi lain, menguatnya NTP secara keseluruhan juga merupakan dampak dari kenaikan nilai tukar pada subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,34 poin, hortikultura 0,77 poin, dan perikanan 0,72 poin.

--page

Sementara itu, subsektor yang mengalami penurunan yakni tanaman pangan sebanyak 0,54 poin dan peternakan sebanyak 0,22 poin. (GAZALI/B-2)