SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 90 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal itu terjadi karena hingga saat ini beberapa sekolah masih kekurangan komputer. 

"90 SMP di Kotim tidak bisa melaksanakan UNBK, karena sejumlah fasilitas pendukung utama tidak mencukupi," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Suparmadi, Selasa (2/4/2019). 

Komputer merupakan yang utama untuk melaksanakan ujian tersebut. Namun saat ini banyak sekolah di Kotim yang belum memiliki fasilitas tersebut secara memadai. Sehingga jika dipaksakan untuk melaksanakan, sangatlah sulit. 

"Adanya hal itu masih menjadi perhatian utama kami, dan akan berusaha membantu sekolah untuk pengadaan komputer tersebut," kata Suparmadi. 

Kebanyakan sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut rata-rata berada di perkotaan yang memiliki pasokan listrik bagus dan juga sinyal terbaik. Sehingga pelaksanaan UNBK bisa berjalan lancar. 

--page

"Yang susah ini sekolah yang berada di perdesaan. Karena selain komputer, listrik dan jaringan bisa menjadi kendala," ungkap Suparmadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)