BORNEONEWS, Sampit - Pengungkapan kasus beras oplosan di Kota Sampit mengejutkan banyak pihak. Bahkan Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung aparat mengusut tuntas kasus tersebut.
"Pasalnya beras yang menjadi konsumsi hari-hari warga ternyata dioplos. Kondisi itu membuat resah warga," kata Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rimbun, Selasa (2/4/2019.
Apalagi menurut dia operasional sudah bertahun-tahun, tentunya ribuan warga yang sudah terlanjur mengkonsumsinya dan bisa jadi korban.
Mengingat beras itu dicampur dengan bahan kimia maka dikhawatirkan akan membawa efek buruk terhadap kesehatan masyarakat Kotim.
Maka dari itu dia mendukung upaya kepolisian untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam kejahatan itu. Mulai dari bos hingga ke mana barang tersebut dijual.
--page
“Kalau mengoplos jadi beras kualitas super dengan za-zat kimia ini berbahaya, makanya harus diusut tuntas apalagi melihat tumpukan beras itu sangat banyak," tegasnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kotim ini juga menekankan agar pengembangan kasus ini nanti membuat jaringan lainnya juga terungkap.
Sehingga kata dia tidak ada lagi yang coba-coba mengoplos beras seperti itu. "Kami mendukung pelaku agar dihukum berat," pungkasnya. (NACO/B-5)








