PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di hadapan Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI (Kemnko Polhukam RI), Senin (1/4/3019) lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri memaparkan bahwa geografis Provinsi Kalteng lebih unggul jika dibandingkan dengan daerah lainnya untuk menjadi ibu kota baru Indonesia.

Fahrizal menceritakan, dalam pemaparannya beberapa hari yang lalu, berdasarkan geografis Kalteng lebih unggul, baik dari segi masyarakat tidak terlalu padat dan berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

"Di Kalteng ini tidak ada gunung sehingga kita aman dari ancaman gempa ataupun gunung meletus dan dari segi air, ketersediaanya juga sangat terpenuhi," ujarnya, Rabu (3/4/2019).

Selain itu, jika nantinya isu tersebut terealisasi, pihaknya mengaku telah menyediakan lahan seluas 500 ribu hektare untuk menunjang pemerintah pusat dan pemindahan ibu kota Indonesia.

"Kita juga telah memaparkan dari berbagai sisi, salah satunya dari segi astagrata yang meliputi geografis daerah, keamanan, budaya, kearifan dan sosial masyarakat," ujarnya, Rabu (3/4/2019).

--page

Astagrata adalah konsep dasar ketahanan nasional sebagai perangkat hubungan bidang kehidupan manusia, budaya serta dengan pemanfaatan kekayaan sumber daya alam di Kalteng. (GAZALI/B-2/Adv)