PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan salah satu peserta pemilu 2019. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini bertekad mendulang suara di pemilu 17 April 2019 disemua tingkatan.

Namun untuk mendulang suara tersebut akan dilakukan dengan politisi yang baik. Bahkan partai pendatang baru di pemilu presiden dan legislatif ini dengan tegas menolak dan melawan adanya politik uang. Perindo bertekad akan meningkatkan kualitas pemilu 2019 dari pemilu sebelumnya.

"Lima tahun silam dari informasi yang didapatkan seorang caleg tingkat kabupaten harus mampu membayar per satu suara pemilihnya dengan besaran ratusan ribu rupiah. Maka untuk mendapatkan kursi di DPRD kabupaten, sang caleg harus mengeluarkan dana ratusan juta rupiah, bahkan sampai miliaran dan tergantung berapa besaran 'money politik' dan jumlah suara yang mau didapat. Biaya yang sangat fantastis sekali hanya untuk mendapatkan satu kursi," tulis Ketua DPD Perindo Kapuas, Bobby Dendy Wahyudi Gandrung, Rabu (3/4/2019) malam.

Dia menyebut biaya politik untuk melakukan 'serangan fajar' itu baru di tingkat kabupaten. Jadi sudah bisa dibayangkan berapa lagi biaya jika di tingkat provinsi dan pusat, mungkin lebih besar. "Kita tidak bisa menghitung berapa biayanya," tandasnya.

Dia berharap anggota DPRD yang terpilih nantinya diisi oleh politikus yang baik. Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat Kapuas untuk memilih calon anggota dewan yang memiliki jejak rekam yang baik. (ROKIM/B-6)