BORNEONEWS, Sampit - Pada Tablig Akbar Kebangsaan Polres Kotim dan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan yang menjadi penceramah mengingatkan kepada seluruh umat muslim agar menjaga titur kata. Karena kalau hal itu tidak dilakukan bisa menjadi sebuah kejahatan yang sangat dahsyat.
"Jagalah ucapan yang akan dikeluarkan, karena kejahatan yang sangat dahsyat bisa keluar hanya dari sebuah tutur kata," ujar Habib Jindan, Rabu (3/4/2019) malam.
Dia menerangkan ucapan yang sudah keluar dari mulut manusia tidak akan bisa ditarik kembali. Apalagi di jaman sekarang ini, ucapan bisa menyebar dalam waktu yang singkat.
Terutama yang tidak baik, sehingga bisa menimbulkan persepsi yang tidak baik hingga berakibat pada perpecahan, perperangan, dan pertikaian.
"Ucapan bisa menjadi kemurkaan Allah. Terutama terkait dengan kebohongan, menggosip, apalagi mengadu domba," katanya.
--page
Bahkan sebuah musibah yang terjadi ditengah masyarakat saat ini, bisa jadi karena adanya tutur kata yang keluar dari mulut seorang, sehingga menjadi murka Allah, hingga turunnya bala bencana.
"Mukmin yang baik memiliki lidah di belakang sedangkan hati dan akal berada di depan. Sehingga setiap kali ia hendak mengeluarkan ucapan, maka melewati penyaringan akal dan hati," ungkapnya.
Namun jika hal itu sebaliknya, maka mereka adalah orang-orang yang munafik. Sangat membahayakan bagi dirinya sendiri dan juga tentunya orang lain. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








