JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), menargetkan kenaikan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tahun ini mencapai 263.000 ton, tumbuh 6,4% dari produksi tahun sebelumnya sekitar 247.220 ton. 

"Meskipun meningkat, pertumbuhan tersebut diperkirakan tidak seperti tahun sebelumnya," kata Direktur Keuangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Lucas Kurniawan, di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Sepanjang tahun lalu, Austindo mencatat peningkatan produksi CPO sebesar 18% dibanding tahun sebelumnya. 

"Tahun ini kami harapkan dapat ada peningkatan, tetapi tidak sesignifikan pada 2018. Tahun lalu faktanya ada faktor mendukung produktivitas, terutama cuaca," papar Lucas. 

Kondisi cuaca yang bagus menyebabkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) di sejumlah perkebunan milik perusahaan meningkat. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan pembelian TBS pihak ketiga sehingga produksi CPO pada 2018 melonjak.  

--page

Sebagai informasi, Austindo menutup tahun lalu dengan angka produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 786.104 metrik ton (mt), meningkat 7,6% dibandingkan dengan 2017 sebesar 730.356 ton. Kenaikan produksi TBS tersebut sebagian besar dikontribusikan dari perkebunan di Sumatera Utara I, Pulau Belitung, dan Kalimantan Barat. 

Kendati produksi TBS maupun CPO perusahaan pada tahun lalu melonjak yang juga disertai dengan peningkatan volume penjualan CPO,  dari sisi kinerja keuangan perusahaan justru mengalami penurunan. Pada 2018, ANJT membukukan total pendapatan US$151,7 juta, turun 6,2% dibandingkan dengan 2017 tertekan oleh penurunan harga jual rata-rata CPO.

Sepanjang 2018, harga jual rata-rata CPO perseroan tertekan di kisaran US$504 per ton, melemah 17,8% dibanding rata-rata harga jual tahun sebelumnya sebesar US$613 per ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)