BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim)., HM Jhon Krisli menekankan kepada masyarakat untuk cenderung menjadi pemilih rasional dalam pemilu 2019 ini. Selain itu juga konflik dalam politik harus dihindari karena berdampak buruk kepada kehidupan di masyarakat.
Dia menekankan pemilih rasional ini sulit dipengaruhi dengan apapun bahkan melalui iming-iming uang sekalipun. Namun diakui saat ini memang pemilih cenderung banyak yang kritis dan mampu memilih dan memilah mana caleg yang betul dan mana caleg yang asal-asalan.
“Jangan sia-siakan hak pilih, pilih caleg yang berkualitas dan tidak hanya sekadar menjadi caleg pelengkap saja, biar masyarakat tidak rugi, “kata Jhon Krisli, Kamis (4/4/2019)
Ia mengarahkan untuk pemilih ini lebih cenderung ke segmen pemilih rasional, di mana para warga ini lebih melihat kepada rekam jejak, fakta dan kemampuan menjadi seorang calon legialator.
Menurutnya, 17 April yang tidak lama lagi ini para caleg juga mestinya dalam berkampanye tidak menggunakan hal-hal yang melanggar aturan. Sepeti halnya yang menyangkut ke politik identitas suku, agama dan ras.
--page
Pasalnya ia melihat pelaksanaan pemilu kali ini berbeda dari sebelumnya. Bahkan potensi gesekan masa di lapangan kian besar dari itu harus dihindari. Agar tidak ada gesekan yang dapat merugikan
Dia kembali menegaskan di Kotim agar soal pilihan jangan jadi persoalan. Harus dewasa dalam berdemokrasi, karena jika berkelahi hanya beda pilihan artinya masih anak-anak dalam dunia demokrasi. (NACO/B-5)








