SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H. Rudianur meminta agar setiap tahun pemerintah daerah memprogramkan bantuan sumber air di areal persawahan warga di daerah selatan. 

Hal demikian untuk mengantisipasi bahaya kekeringan sawah di setiap musim kemarau. Bahkan masyarakat sudah menyatakan memerlukan banyak sumur atau sumber air untuk kawasan pertanian, salah satunya untuk mengairi sawah ketika musim kekeringan, khusunya di daerah selatan itu.

Menurut dia sawah yang kering akan mengakibatkan dampak buruk bagi petani, salah satunya gagal panen sehingga pangan lokal juga akan jadi taruhannya.

Selama ini kata dia pemerintah sudah aktif menyalurkan bantuan alat pertanian. Hendaknya penerima bantuan ini bisa dimanfaatkan dan tidak asal disalurkan kepada masyarakat. 

"Jika ada bantuan salurkan ke mereka petani dan betul -betul memerlukan barang bantuan itu, supaya berdaya guna," kata dia, Kamis (4/4/2019).

--page

Rudianur mengakui  sumber air itu bisa saja berupa sumur bor. Karena satu sumur saja sudah bisa menangani sawah yang ada di kawasan tersebut. 

"Kejadian  musim kemarau akan mengakibatkan kekeringan sawah, kondisi ini mengakibatkan petani terancam gagal panen, maka dari itu pengairan harus benar-benar teratasi," tegasnya.

Rudianur juga mengungkapkan selama ini anggaran untuk sektor pertanian masih belum maksimal. Padahal pemerintah daerah sudah mencanangkan Mandiri di sektor pangan, seharusnya soal itu juga dibijaki dengan anggaran yang ideal. (NACO/B-5)