PULANG PISAU –

BORNEONEWS,  Pulang Pisau- Meski kondisinya rusak cukup parah, jalan lintas di Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, yang menghubungkan Gohong-Bahaur, tetap ramai dilintasi kendaraan.

Padahal, tidak sedikit kendaraan, khususnya truk angkutan barang, yang ambles hingga harus bermalam di lokasi tersebut. 

"Memang jalannya rusak tapi ramai dilalui," kata Yudi, pengendara roda dua yang melintasi jalan tersebut, Jumat (5/4/2019).

Pengendara, lanjut dia, harus pintar memilih jalan bila tidak ingin ambles hingga bermalam lebih dari satu hari di kawasan itu.

"Sebenarnya ada jalur lainnya selain jalan utama yakni jalan Kampung Bali, Kecamatan Maliku. Namun, untuk lewat jalan itu warga desa hanya membolehkan kendaraan roda empat sejenis avanza dan inova serta sepeda motor. Itupun harus membayar uang jasa sebesar Rp5.000 yang hasilnya buat membeli material dan pasir untuk penimbunan jalan," sebut Yudi.

--page

Hingga saat ini jalan Gohong-Bahaur yang merupakan jalur provinsi tidak kunjung diperbaiki pemerintah. Akibatnya, kondisi jalan semakin parah kian parah.

Warga sekitar banyak yang mengeluh karena kesulitan membawa hasil panen mereka ke kota untuk dipasarkan. 

"Kalau sudah hujan jalan tidak bisa dilewati karena seperti sawah," ujar Sunardi, warga Desa Garantung. (JAMES DONNY/B-3)