BORNEONEWS, Palangka Raya– Sejumlah pelajar yang bermukim di kawasan Rindang Banua, Kota Palangka Raya, berharap pemerintah bersedia mengganti ijazah mereka yang terbakar.
Seperti yang diungkapkan Muhammad Jamaludin, Jumat (5/4/2019). Pelajar kelas IX MTs Darul Ulum itu mengaku saat musibah kebakaran melanda pada Sabtu (30/3/2019), dirinya hanya sempat menyelamatkan surat rumah dan kartu keluarga.
"Saya sangat berharap jika pemerintah mau membantu kami para korban kebakaran untuk mengurus ijazah yang sudah hangus terbakar, " ucapnya.
Ia menceritakan, saat kebakaran berlangsung kedua orangtuanya sedang berangkat umroh. Dia hanya tinggal dengan pamannya di rumah.
"Ibu dan bapak baru sampai kemarin dan syok berat melihat bangunan rumah sudah rata dengan tanah akibat kebakaran. Ibu saya sampai pingsan," tuturnya.
--page
Remaja yang hanya mengenakan baju koko dan sandal saat USBN-BK itu juga mengatakan, saat ini dia tidak bisa belajar karena buku berisi materi untuk belajar sudah terbakar.
"Untuk menghadapi USBN-BK saya hanya ingat-ingat saja tanpa belajar, " ungkap pelajar yang sempat tidak masuk sekolah selama empat hari seusai kebakaran.
Hal serupa juga disampaikan pelajar Mts Darul Ulum lainnya, Aulia fitrida. Remaja putri ini juga sangat berharap pemerintah bisa membantu anak korban kebakaran, khususnya dalam mengurus ijazah.
"Saya berharap banyak kepada pemerintah," katanya. (HERMAWAN DP/B-3)








