PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski hingga kini masih tergantung pada impor bawang putih dari negara Tiongkok, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih berusaha untuk mengembangkan komoditas tersebut.

Pelaksana Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kalteng, Jonh Samson menyebut saat ini pihaknya tengah berusaha mengembangkan bawang putih melalui kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).

"Saat ini kita masih mengusahakan dengan BPTP setempat agar Kalteng mampu memproduksi sendiri bawang putih," ucapnya, Sabtu (6/4/2019).

Dia mengakui, pengembangan bawang putih cukup sulit dan tidak sedikit lembaga yang telah gagal mengembangkan komoditi tersebut.

"Secara skala nasional, tanah di Indonesia memang tidak cocok dengan pengembangan bawang putih," lanjutnya.

--page

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kalteng, Jenta juga mengatakan, stok bawang putih masih mengandalkan impor dari negara tiongkok.

"Dari dulu, kita memang memesan stok bawang putih dari negara Tiongkok, sehingga ketika stoknya menipis, akan terjadi lonjakan harga," kata dia.

Jenta menerangkan, pihaknya mengaku terpaksa melakukan impor karena Indonesia tidak cocok menanam bawang putih.

"Tanah kita, termasuk di Kalteng memang tidak cocok untuk pengembangan bawang putih," lanjutnya. (GAZALI/B-2)