SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Jhon Krisli mengharapkan pemilu 2019 ini bisa berjalan sukses dan lancar.

Selain itu hendaknya pemilih bebas dari tekanan politik hingga pengaruh dari politik uang. Menurutnya pemilu 2019 harus bisa diminimalisasi terjadinya politik uang.

Pemilih hendaknya tidak tertekan dalam menggunakan hak pilihnya. Jhon menegaskan apabila ada pihak yang mengancam hingga menekan kelompok mayarakat supaya mengarahkan hak pilihnya maka itu sudah ranah perbuatan pidana dan sudah diatur dalam UU Pemilu.

Lanjutnya tidak ada lagi masyarakat yang karena takut dan terpaksa mencoblos caleg tertentu atau calon lainnya. Karena negara sudah memberikan kewenangan mutlak kepada pemegang suara menetukan pilihannya 17 April 2019.

"Kami mengiginkan agar politik uang yang mulai santer diperbincangkan itu tidak lebih brutal dari 2014 silam," katanya, Minggu (7/4/2019).

--page

Diakuinya dalam praktiknya, politik uang ini memang sulit dihindari. Pasalnya masih ada segmen pemilih yang masih menunggu uang serangan fajar untuk menetukan pilihannya.

Jhon mengatakan serangan politik uang itu terjadi kerap pada pemilih liar sehingga memang selalu jadi sasaran empuk permainan politik uang, berbeda halnya dengan pemilih rasional.

Pemilih rasional cenderung sulit dipengaruhi dengan pilihannya apabila sudah menentukan hak pilihnya.

Dari itu harus ada gerakan pemilih di Kotim ini menjadi pemilih yang rasional dimana indikator pilihannya berdasarkan fakta, kinerja dan kemampuan caleg. (NACO/B-6)