BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Lulusan sarja dan Sekolah Menangah Atas (SMA) sederajat dominasi pengangguran di wilayah Barito Selatan. 

Demikian disampaikan Pejabat fungsional Disnakertrans Barsel, Dedi Haryanto kepada Borneonews, Senin (8/4/2019).

Jumlah penangguran brasarkan data 5.912 orang. Banyaknya jumlah tersebut lantaran lapangan pekerjaan tidak seimbang dengan jumlah pencari kerja.

"Oleh karena itu kurang lebih 50 persen pengangguran di Barsel dari tingkat perguruan tinggi dan SMA," bebernya. 

Penyebabnya selain tak seimbang lapangan pekerjaan juga karena mereka tak mau bekerja pada sektor informal dalam kata lain bekerja kasar. 

--page

Meski demikian bukan berarti pihaknya akan berpangku tangan. Pihaknya berupaya mengatasi angka pengangguran dengan perencanaan tenaga Kerja. 

Ia menjelaskan, hal tersebut merupakan strategi kebijakan dan program yang dibuat dalam bentuk data makro.

"Setelah disusun secara makro selanjutnya diterapkan secara mikro. Untuk itu, kami sudah melibatkan tim Penyusunan Tenaga Kerja termasuk dari Bappeda Barsel dan unsur universitas," ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-6)