BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Barito Timur (Bartim) siap mengawasi jalannya Pemilu 17 April 2019 mendatang.
Tim ini sendiri dibentuk tugasnya melakukan pengawasan terdahap agama dan aliran kepercayaan sesuai dengan UUD 45 dan ideologi negara Republik Indonesia. Tim Pakem beranggotakan dari unsur Kejaksaan, Kesbangpol, Kemenag, FKUB, TNI dan Polri yang bekerja di tingkat Kabupaten Bartim.
Hari ini (8/4/2019) Tim Pakem melaksanakan pemantauan dan ajang silaturahmi kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kecamatan Raren Batuah dan Kecamatan Dusun Tengah.
"Tujuan silaturahmi ini untuk melihat secara langsung dan berdialog perihal perkembangan situasi dan kondisi sosial politik menjelang pemilu," ucap Arief Zein Kasi Intel Kejari yang juga merupakan Wakil ketua Tim Pakem.
Lanjut Arief, kegiatan kedua melakukan cipta kondisi dan cipta opini berdasarkan hasil rekomendasi rapat Tim Pakem Pusat 21 November 2018 perihal satu aliran atau paham keagamaan tertentu.
--page
Tim telah menjadwalkan akan mengunjungi 10 kecamatan di Barito Timur sebagai upaya melakukan deteksi dini guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, ketertiban dan ketentraman umum termasuk di dalamnya bangunan kerukunan umat beragama pada masa menjelang pemungutan suara Pemilu Serentak pada 17 April 2019 nanti.
"Telah mengetahui bersama bagaimana perkembangan sosial politik nasional, dimana politik identitas cenderung meruncing, hoax, ujaran kebencian bahkan diantaranya membawa SARA yang mewarnai suasana dukung mendukung pada kontestasi pilpres kali ini," ujarnya.
Tim Pakem juga mengajak elite masyarakat di kecamatan agar mengambil peran aktif bersama menjaga pesta demokrasi ini agar berjalan dengan sukses, damai, sejuk, penuh toleransi dan saling menghargai perbedaan pendapat. (PRASOJO/B-5)








