PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat pencanangan Pelaksanaan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Sampit, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran telah mendeklarasikan dan menandatangani naskah gerakan cepat menanggulangi stunting.

Terkait hal ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Yulistra Ivo Sugianto Sabran meminta kepada PKK kabupaten dan kota agar menindaklajutinya.

"Saya harapkan PKK kabupaten dan kota bisa menindaklanjuti segera deklarasi yang dimaksud agar penyakit Stunting di Kalteng bisa diatasi," ujarnya, Selasa (9/4/2019).

Ivo menegaskan stunting di Kalteng bukan hal yang sepele, karena data kesehatan menunjukan sebagai daerah ke-4 stunting terburuk.

Berdasarkan Riskesdas 2013 Kalteng berada pada angka 41,3 persen dan menurun menjadi 34,04 persen pada 2018.

--page

"Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih relatif mengkhawatirkan, mengingat tidak hanya berakibat bertubuh pendek, namun Stunting juga mengakibatkan kurangnya kecerdasan hingga 20 persen," lanjutnya. (GAZALI/B-6/Adv)