BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono menerima Anugerah Indonesia Maju kategori Asosiasi Merah Putih dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Penyerahan anugerah itu karena GAPKI dinilai berperan sebagai motor, akselerator dan inovator dalam memperjuangkan kelapa sawit yang merupakan komoditas nasional di pasar global.
Penganugerahan tersebut digelar oleh harian Rakyat Merdeka dan Majalah Warta Ekonomi di Hotel Pullman, Thamrin Jakarta, Senin (8/4/2019). Demikian, rilis yang diterima borneonews pada Selasa (9/4/2019).
Dalam sambutannya, wakil presiden mengatakan bahwa sawit merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk memajukan Indonesia.
Namun, upaya tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada sinergi antara pemerintah dan pengusaha yakni dalam meningkatkan ekspor, produktifitas, juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
--page
“Dulu migas kita ekspor. Nah sekarang kita impor. Kalo harga sawit turun, yang terkena dampak adalah petani-petani sawit kita. Maka yang bisa mengatasinya adalah entrepreneurship yang menguasai teknologi bersinergi dengan pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, Joko Supriyono mengaku bersyukur karena perjuangan GAPKI bersama petani dan pemerintah dalam memajukan industri sawit Indonesia serta melawan diskriminasi maupun kampanye negatif terhadap industri nasional ini mendapat apresiasi.
Selain GAPKI, sejumlah menteri juga mendapatkan anugerah serupa seperti Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri BUMM, Menteri ESDM, dan Menteri Keuangan.
Penjurian ajang penganugerahan ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan riset dan seleksi. Yaitu, riset kualitatif (desk research), media monitoring serta penilaian dewan juri yang terdiri dari Suryopratomo (pers), Rhenald Kasali (akademisi/ekonomi), dan Tjipta Lesmana (akademisi/pakar politik). (BUDI YULIANTO/B-5)








