BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari 2587 posyandu yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hanya 503 saja atau 19 persen yang dinyatakan operasional.
Ketua Tim Penggerak Pembedayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalteng, Yulistra Ivo Sugianto Sabran menyebut banyaknya posyandu yang dinyatakan tidak aktif ini karena sepi pengunjung.
"Bukan posyandunya tidak memberi pelayanan, namun terkadang masyarakanya tidak tertarik untuk datang ke posyandu," ujarnya, Selasa (9/4/2019).
Ia menyayangkan rendahnya kesadaran masyatakat terhadap kesehatan sendiri. "Padahal keberadaan posyandu sangat penting sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat hingga ke pelosok daerah," tambahnya.
Ke depan melalui PKK kabupaten dan kota, Ivo ingin lebih aktif menggerakan masyarakat, khususnya untuk ibu hamil, ibu bersalin dan ibu menyusui agar mengecek kesehatan serta membawa balita agar mendapat imunisasi yang sesuai. (GAZALI/B-6/Adv)








