BORNEONEWS, Sampit - Saat ini, kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih tinggi. Bahkan pada April 2019 ini saja, setidaknya ada empat kasus yang masuk dan ditangani oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Kartini.
"Pada April 2019 ini, setidaknya ada empat kasus yang kami tangani pada April 2019 ini. Sehingga kasus kekerasan perempuan dan anak masih tinggi," ujar Ketua LSM Lentera Kartini Forisni Aprilista, Rabu (10/4/2019).
Kasus yang terjadi tersebut diantaranya adalah pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), asusila, dan juga seksual terhadap anak di bawah umur, serta persetubuhan anak. Kasus tersebut sangat mengkhawatirkan, dan akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak ke depannya.
"Oleh karena itulah, kami terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terhindar dari hal tersebut," kata Forisni.
Saat ini, peran orangtua, keluarga, dan juga lingkungan masyarakat sangat penting untuk menurunkan kasus tersebut. Terutama orangtua yang harus bisa menjaga dan juga mengawasi anak-anak mereka agar tidak menjadi korban, ataupun terjerumus pada persetubuhan.
--page
"Peran orangtua sangatlah penting, jangan sampai anak tidak terkontrol. Sehingga menjadi korban perbuatan melanggar hukum tersebut," ungkap Forisni.
Ungkapan Forisni tersebut disampaikan pada saat menggelar seminar penerapan pola asuh dan pola didik yang tepat sebagai upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap anak, dan peringatan HUT LSM Lentera Kartini ke-7. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








