BORNEONEWS, Sampit - Dalam waktu satu pekan ke depan, pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2019 memasuki momen puncak yaitu tahapan pemungutan suara di beberapa lokasi yang telah ditentukan.
Pada tahapan ini diprediksi akan timbul kerawanan-kerawanan gangguan keamanan yang dapat menghambat proses pemungutan suara. Mengantisipasi hal itu, aparat telah menyiapkan anggotanya untuk melakukan pengamanan, baik di luar maupun di dalam TPS.
"Kemungkinan akan muncul gangguan kamtibmas. Tapi kami sudah melakukan antisipasi, anggota TNI-Polri akan bertugas mengamankan situasi di tiap TPS. Baik diluar maupun di dalam," ucap Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Kamis (11/4/2019).
Meskipun TNI-Polri telah siap secara maksimal melakukan pengamanan TPS, dukungan dari masyarakat dan pemerintah juga diperlukan, dalam hal ini mengacu kepada pihak Satpol PP Kotim dan para Satuan Pengamanan (Satpam) baik di lingkungan perusahaan maupun di lingkungan dinas/instansi.
"Seluruh lapisan masyarakat harus bisa bersinergri dengan TNI-Polri agar proses pengamanan bisa dilakukan lebih maksimal demi terciptanya pemungutan suara pemilu tahun 2019 yang aman, lancar serta langsung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil."
"Mari sama-sama kita rapatkan barisan guna mensukseskan pemilu ini terutama di kabupaten yang kita cintai ini," tutur Kapolres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)








