SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kasus yang menjerat mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotawaringin Timur (Kotim), sempat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BPN.

Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, bahkan Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, ingin agar gangguan tersebut tidak terjadi lagi. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan, bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat. 

"Kami bersyukur saat ini gangguan tersebut bisa diatasi. Sehingga kepercayaan masyarakat berangsur kembali," kata Taufiq Mukri, Kamis (11/4/2019). 

Dengan adanya hal itu, dirnya berharap agar BPN bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai ada tindakan yang berujung pada korupsi dan sebagainya.

"Saya yakin perbaikan yang dilakukan memberikan dampak positif. Apalagi saat ini sudah berkomitmen menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM)," kata Taufiq. 

--page

Dirinya juga meminta kepada seluruh aparatur BPN yang memberikan pelayanan agar bisa melaksanakan layanan yang mampu memberikan kenyamanan, kemudahan, kepastian, dan kecepatan.

"Pesan saya, layani sungguh-sungguh masyarakat, jangan lakukan pungli dan korupsi. Demi terciptanya birokrasi yang lebih baik," pungkas Taufiq. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)