BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang semakin dekatnya bulan Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengimbau kepada pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan barang di luar kewajaran.
Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy juga mewanti-wanti, agar kepala daerah di kabupaten/kota mewaspai penimbunan tersebut.
"Kita kembali mengimbau agar pelaku usaha tidak menimbun bahan pokok di luar batas kewajaran yang dapat menyebabkan kelangkaan barang," ujarnya,.
Ia mengatakan itu saat hadir mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng dalam rapat koordinasi menjaga ketersediaan stok pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok menghadapi puasa dan lebaran 2019, di Palangka Raya, Kamis (11/4/2019)
Dia menerangkan penimbunan barang yang menyebabkan kelangkaan sangat mempengaruhi terjadinya inflasi di Kalteng.
"Di samping itu kita juga mengingatkan kepada bupati/wali kota yang membidangi perdagangan agar mengaktifkan kembali Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) masing-masing," lanjutnya.
--page
Selain itu pihaknya meminta agar nantinya pemerintah kabupaten/kota rutin menggelar pasar murah untuk mengendalikan harga bahan pokok menjelang dan saat perayaan hari keagamaan puasa berlangsung. (GAZALI/B-6/Adv)








