BORNEONEWS, Palangka Raya - Wacana penutupan lokalisasi di Kota Palangka Raya pada Agustus 2019 mendapat respon positif dari kalangan akademisi.
Salah satunya datang dari Pengamat Kebijakan Publik, dari Universitas Palangka Raya, Sri Mujiarti Ulfah, Kamis (11/4/2019).
"Program ini merupakan satu langkah positif yang diambil pemerintah," tulisnya melalui pesan Whatsapp kepada borneonews.co.id.
Ia menilai program Indonesia bebas lokalisasi prostitusi 2019 sangat baik. Pada Desember 2019 di Indonesia ditargetkan sudah tidak ada lagi lokalisasi.
"Tentu saja yang diharapkan dari program ini tidak ada lagi raktek prostitusi," timpalnya. Apalagi jika melihat dari sudut pandang berbagai dampak negatif yang sering ditimbulkan dari adanya praktek prostitusi.
"Pada prinsipnya sebuah kebijakan yang diambil merupakan solusi dari berbagai permasalahan yang muncul ditengah masyarakat," sebutnya. (HERMAWAN DP/B-6)








