PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di tengah gencarnya wacana penutupan lokalisasi di seluruh Indonesia, termasuk Kota Palangka Raya. Praktik prostitusi online semakin juga mulai meningkat.

Mulai maraknya prostitusi online ini pun diakui oleh Pengamat Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Palangka Raya Sri Mujiarti Ulfah.

"Menurut pengamatan kami, prostitusi online memang sudah mulai marak," tulisnya melalui pesan Whatsapp, Kamis (11/4/2019).

Namun menurutnya maraknya prostitusi online tidak berkorelasi langsung dengan adanya penutupan lokalisasi oleh pemerintah.

"Tentu kita masih ingat pada 2013 seorang mahasiswa PTN mengelola 1.600 wanita tuna susila, dan ternyata semakin tahun semakin marak," sebutnya.

Memang diakui tidak menutup kemungkinan wanita tuna susila dari lokalisasi yang ditutup akan beralih ke sistem daring.

"Apalagi jika program ini selesai sampai disini saja, dalam artian pemerintah melakukan pelatihan dan pesangon untuk mereka. Siapa yang bisa menjamin bahwa mereka tidak akan kembali menggeluti prostitusi?," tutupnya. (HERMAWAN DP/B-6)