BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Kalteng Nurul Edy meminta kepada Dinas Perundustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengawasi penyebaran beras oplosan.
Edi.menyebut hal ini untuk menindaklanjuti terkait penemuan beras oplosan yang menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu.
"Permasalahan itu kita serahkan kepada pihak kepolisian, namun kita juga meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan," ujarnya.
Nurul Edy engatakan itu saat hadir mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng membuka rapat koordinasi menjaga ketersediaan stok pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok menghadapi puasa dan lebaran 2019, di Palangka Raya, Kamis (11/4/2019)
Selain itu Nurul Edy juga meminta agar pihak terkait nantinya melakuka pengawasan makanan yang sudah kadaluarsa.
"Makanan yang sudah habis tanggal aktifnya atau kadaluwarsa juga agar bisa diawasi, sehingga tidak merugikan masyarakat sebagai konsumen," lanjutnya.
--page
Untuk permasalahan beras oplosan dan makanan kadaluarsa tersebut, pihaknya mengimbau tidak hanya berlaku menjelang bulan puasa saja.
"Jangan menjelang bulan puasa saja, hari-hari biasa juga harus dilakukan pengawasan," imbuh dia. (GAZALI/B-6/Adv)








