SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pesta demokrasi negara Indonesia segera memasuki hari H. Tanggal 17 April 2019 seluruh lapisan masyarakat yang memiliki hak suara akan memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif.

Tentunya pada pesta demokrasi terbesar ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerawanan yang mengakibatkan terganggunya kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk itu, seluruh personel Polri dikerahkan melakukan pengamanan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah hukum masing-masing, tidak terkecuali di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Di Kotim sendiri, pada pemilu tahun ini terdapat perubahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Jika sebelumnya berjumlah 1.277 TPS, kini menjadi 1.300 TPS. Perubahan ini berpengaruh terhadap pola pengamanan yang akan dilakukan personel Polres Kotim.

"Pola pengaman TPS menagalami perubahan dikarenakan jumlah TPS bertambah. Polres Kotim mengerahkan 407 personel ditambah 46 personel bawah kendali operasi (BKO) Polda Kalteng," kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Minggu (14/4/2019).

--page

Tentunya personel tersebut belum bisa maksimal mengamankan pemilu. Untuk itu, pengamanan juga dibantu unsur TNI dan masyarakat. Sehingga jumlah personel mencukupi untuk pengamanan ribuan TPS itu. Tiap TPS akan dijaga satu personel.

"Terima kasih pemerintah yang telah mempersiapkan kekuatan Linmas untuk membantu serta mendukung Polri dalam menamankan pemilu tahun ini. Terima kasih juga kepada unsur TNI dalam hal ini Kodim 1015/Sampit yang siap siaga memberikan dukungan kepada Polri menciptakan situasi wilayah yang aman serta kondusif," ungkap AKBP Mohammad Rommel.

Polisi berpangkat dua melati itu juga meminta seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas dengan baik, jujur, dan amanah. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)