BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menegaskan bahwa pasar penyeimbang bukan untuk mematikan para pedagang yang ada di daerah ini. Namun sebagai upaya agar bisa menekan angka inflasi.
"Pasar penyeimbang ini bukan berarti untuk mematikan para pedagang. Namun untuk menekan terjadinya inflasi," ujar Supian, Senin (15/4/2019).
Dirinya menjelaskan, pasar penyeimbang ini sangat perlu diadakan. Apalagi saat menjelang hari besar seperti bulan suci Ramadan saat ini, maka harga kebutuhan pokok bisa saja mengalami kenaikan.
Sehingga, agar masyarakat tidak terlalu menjerit dan terbebani dengan harga tinghi tersebut, maka bisa membeli sembako di pasar penyeimbang.
"Gejolak harga biasanya akan muncul jelan bulan puasa, sehingga hal itulah yang perlu ditekan. Dan pasar penyeimbang ini adalah salah satu solusinya," kata Supian.
--page
Selain itu, dengan adanya keseimbangan harga sembako. Maka inflasi di daerah ini juga bisa lebih teratur. Tinggal melihat harag komuditi lain yang tidak terjual di pasar penyeimbang saja.
"Di pasar penyeimbang ini ada jual daging, beras, gula, minyak goreng, dan juga terigu. Harganya dibawah harga pasaran, dan pembeli dari kalangan mana saja boleh," ungkap Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








