BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas, Rony Karlos mengatakan sejak 2014 posisi relatif persentase penduduk miskin di wilayahnya untuk tingkat Provinsi Kalimantan Tengh mengalami fluktuatif yaitu menurun.
Hal itu disampaikannya saat membuka rapat koordinasi (rakor) rencana aksi penanggulangan kemiskinan daerah, Senin (15/4/2019).
"Untuk diketahui bersama sejak 2014 sampai 2017, posisi relatif persentase penduduk miskin Kabupaten Gunung Mas untuk tingkat provinsi mengalami fluktuatif," ucapnya.
Pada 2014, posisi relatif persentase penduduk miskin Kabupaten Gumas menepati urutan ketiga tertinggi dengan angka 6,70 persen dan jumlah penduduk miskin 7.200 jiwa.
Tahun 2015 berada pada urutan keenam dengan angka sebesar 6,17 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 6.750 jiwa.
--page
Tahun 2016 menempati urutan keenam dengan angka sebesar 5,85 persen, dengan jumlah penduduk miskin debanyak 6.550 jiwa.
Tahun 2017 menempati urutan kelima dengan angka sebesar 5,83 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 6.670 jiwa.
Tahun 2018 menempati urutan ketujuh dengan angka sebesar 5,10 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 5.964 jiwa.
Dari data yang ada, persentase penduduk miskin Kabupaten Gumas berada lebih rendah dari target nasional tetapi lebih tinggi dari target provinsi.
"Ini merupakan pekerjaan besar bagi kita semua, tidak hanya bagi sektor pemerintah saja akan tetapi dari sektor swasta juga," tukasnya. (MAGANG 1/B-6)








