BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat diharapkan memperhatikan pembangunan jembatan di setiap desa sebagai akses untuk menghidupkan sektor pertanian dalam arti luas.
Anggota DPRD Kobar Mustafa Basir mengungkapkan hal itu setelah beberapa hari lalu dirinya melakukan monitoring ke Desa Natai Baru Kecamatan Arut Selatan. Hasil monitoring itu, ia menemukan dua buah jembatan yang tidak layak dilalui oleh masyarakat setempat.
"Saat monitoring ke Desa Natai Baru Kecamatan Arut Selatan, kondisi jembatan yang ada di sana sangat memprihatinkan. Padahal hanya akses itu yang digunakan warga setempat. Kondisi jembatan yang terbuat dari kayu ulin itu sudah lapuk dan nyaris ambruk," jelas Mustafa Basir, Selasa (16/4/2019)
Dia pun menambahkan, keberadaan jembatan tersebut di jalan poros desa, dimana warga desa setempat sangat membutuhkan akses jembatan yang baik. Apalagi warga di desa Natai Baru sangat potensial dalam pengembangan sektor pertanian dalam arti luas khususnya tanaman Holtikultura.
"Dengan program prioritas pembangunan Kobar yakni pengembangan sektor pertanian dalam arti luas, harusnya Pemkab Kobar mulai memperhatikan akses infrastruktur di desa yang menjadi wilayah untuk pengembangan sektor pertanian dalam arti luas tersebut," ungkapnya.
--page
Dia mengatakan, saat ini masyarakat mulai bergairah kembali menanam tanaman Holtikultura. Hal itu sangat baik untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
"Kita harus mendukung semangat masyarakat yang mulai kembali menanam tanaman Holtikultura. Untuk membantu pemasaran hasil panen masyarakat maka Pemkab Kobar pun harus memperbaiki akses infrastrukturnya baik jalan maupun jembatan," pungkasnya. (Andre/B-2)








