BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) akan terus mendorong perkembangan usaha peternakan ayam petelur. Apalagi, kebutuhan telur di wilayah Kotawaringin Barat khususnya di Pangkalan Bun sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah.
Salah satu upaya untuk pemenuhan kebutuhan telur itu, yakni mendorong pelaku usaha peternakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan cara penambahan populasi ayam petelur di kandang.
Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah mengatakan upaya strategis lainnya yang telah dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Seperti membentuk Asosiasi Peternak Ayam Petelur, dan juga ada pendampingan penerapan Good Farming Practices (GFP) ayam petelur dengan tujuan efisiensi dan produktivitas usaha.
"Usaha sektor peternakan ayam petelur merupakan sub sektor yang memberikan peranan besar dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dan berbagai keperluan industri," kata dia.
--page
Nurhidayah mengungkapkan jika masyarakat Indonesia dan Kotawaringin Barat khususnya sangat gemar mengkonsumsi telur ayam, karena rasanya yang enak serta banyak manfaat bagi kesehatan.
"Konsumsi telur secara umum di Kotawaringin Barat sebagian besar dipenuhi dari telur ayam ras (91,82%)," Jelasnya.
Lanjutnya, populasi ayam petelur saat ini berada di wilayah Pangkalan Bun yang berasal dari 22 peternak, baik itu usaha peternakan perseorangan/mandiri maupun pelaku usaha komanditer termasuk BUMDes.
Nurhidayah juga mengapresiasi upaya masyarakat Kobar khususnya Asosiasi Peternak Ayam Petelur yang terus meningkatkan produksi telur. (ANDREANSYAH/B-11)








