PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sosialisasi pemilihan umum (pemilu) yang dilaksanakan pada Maret 2019 di Angers, Prancis langsung menjadi ajang kumpul bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Paris.

"Momen sosialisasi pemilu pada Maret lalu itu sekaligus jadi ajang temu kangen WNI di Angers yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan darat dari Kota Paris, ibukota negara Prancis," kata warga Kalimantan Tengah yang bermukim di Angers, Prancis, Yince Gustin Asie Gauteul, Jumat (19/4/2019) melalui sambungan WhatsApp.

Alumnus Universitas Palangka Raya (UPR) ini mengatakan WNI di Angers kebanyakan mahasiswa. Karena kebetulan kota ini dikenal sebagai kota pelajar, kota budaya dan kota wisata.

"Jadi sosialisasi dari PPLN Paris sekalian buat kita kumpul dan kenalan. Apalagi saya kan masih baru belum banyak kenal orang Indonesia di sini," bebernya.

Yince juga mengaku sudah punya pilihan siapa yang akad dipilihnya. Namun karena terlambat daftar ia jadi tidak bisa memilih.

--page

"Saya terlambat mendaftar sehingga tidak bisa memberikan hak suara. Tapi saya tetap mendoakan siapapun yang terpilih memimpin Indonesia, pastilah putra terbaik bangsa yang wajib didukung oleh warga Indonesia dimanapun ia berada, termasuk yang berada di luar negeri," bebernya.

Masih di momen sama, Yince juga sempat menyinggung terjadinya kebakaran katedral Notre-Dame di Paris yang menyita perhatian para pemimpin dunia.

Mengingat bangunan bersejarah yang dibangun 800 tahun lalu ini juga jadi bagian budaya dan peradaban dunia. Jadi bagian wisata di Kota Paris.

"Sedih juga pas tahu kebakaran Notre-Dame, padahal saya sudah berencana untuk berkunjung kesitu sebelum kebakaran. Semoga bisa segera direnovasi kembali," harapnya seraya menitipkan salam untuk kerabatnya di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila. (TESTI PRISCILLA/B-6)