PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengamat Politik Fakultas Fisip Universitas Palangka Raya (UPR) Jhon Retei Alfri Sandi menilai dalam pelaksanaan pemilu, KPU wajib melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap segala kemungkinan.

Termasuk juga kemungkinan kurangnya surat suara dalam pelaksanaan pemungutan suara yang digadang gadang disebabkan oleh diperbolehkannya penggunaan suket dan e-KTP. 

Begitu juga dengan melonjaknya angka daftar pemilih tambahan yang bisa berdampak pada menumpuk pemilih di salah satu titik TPS.

“Jika penyelenggara kurang antisipatif maka akan terjadi demikian, banyak surat suara yang kurang,” tegasnya, Sabtu (20/4/2019).

Namun dikatakannya walaupun dengan segala kekurangan yang terjadi, masyarakat perlu memberikan apresiasi terhadap kinerja KPU yang telah melaksanakan pemilu serentak di seluruh Indonesia.

--page

“Tapi  secara menyeluruh kita harus memberi apresiasi kepada KPU. Partisipasi yang relatif cukup tinggi tentu harus diakui bukan karena pekerjaan KPU semata. Tapi karena keprihatinan seluruh anak bangsa agar NKRI tetap tegak di bumi pertiwi,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-5)