BORNEONEWS, Sampit - Rekapitulasi perhitungam surat suara di PPK Kecamatan Baamamg, Kabupaten Kotawaringin Timur memanas. Lokasi yang dianggap tidak representatif menuai protes dari para saksi.
Bahkan Ketua PPK Baamang Septian Primawardi sempat meminta salah satu saksi keluar sehingga situasi memanas. Bahkan antara saksi satu dengan saksi lain sempat berdebat.
"Silahkan keluar," kata Septian sontak memamcing kemarahan saksi lainnya.
"Panitia jangan emosional, dikontrol jangan memancing," kata saksi lainnya.
Sehingga petugas keamanan menengahi mereka meminta agar semua saksi bisa memakluminya. Namun saksi tetap protes dengan kondisi tenda yang tidak memadai itu.
--page
"Semua ingin cepat selasai bukan, kondisinya seperti ini tolong agar semuanya menjaga," tegas Ipda Sriwiyono yang turun tangan menengahi perdebatan saksi dengan panitia itu.
Perdebatan itu berawal saat panitia menyiapkan dua layar perhitungan awal untuk presiden di dua desa berbeda sehingga saat masing-masing saksi bicara terjadi keributan yang berujung pada perdebatan lantaran saksi posisinya berdampingan
Hingga akhirnya perhitungan sempat terhenti. Saksi meminta agar tenda dipasang yang lebih besar lagi. "Masa seperti ini kelas PPK lebih kecil dari PPS," teriak saksi lainnya.
Pada akhirnya disepakati perhitungan dilanjutkan seraya tenda baru didirikan lagi sesuai keinginan panitia.(NACO/m)








