BORNEONEWS, Sampit - Pihak Kecamatan Baamang dan petugas pantia pemilihan kecamatan (PPK) langsung mendirikan tenda setelah tempat rekapitulasi hasil perhitungan suara yang dilakukan di tempat pertama menuai protes dari para saksi, karena tempat terlalu sempit, Sabtu (20/4/2019).
"Tenda sudah kita dirikan sesuai keinginan para saksi. Jadi satu di tenda semula dan satunya di tenda baru yang kita dirikan," kata Camat Kecamatan Baamang, HM Yusransyah.
Menurut Camat, tenda semula yang berada di depan aula Kecamatan Baamang itu dirasa masih kurang representatif. Pihaknya menawarkan rapat pleno terbuka itu dilanjutkan di aula sementara satunya di tenda yang baru mereka dirikan tersebut yang lokasinya berada di bagian belakang aula Kecamatan Baamang.
Petugas PPK dan pihak kecamatan langsung mendirikan sebuah tenda setelah lokasi tenda semula dilakukan perhitungan dengan menggunakan dua buah layar untuk masing-masing wilayah yang berbeda, sehingga menuai protes dari para saksi.
Antar saksi dengan petugas PPK sempat saling berdebat dan situasi sempat memanas. Namun petugas keamanan dari pihak kepolisian yang ada di lokasi langsung menengahinya.
--page
Perhitungan sempat tertunda karena petugas mendirikan tenda baru setelah selesai perhitungan baru kembali dilanjutkan di tenda baru dan di tenda pertama sehingga tempat perhitungan menjadi dua titik. (NACO/B-5)








