PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jenis barang yang akan dijual di pasar murah bakal disesuaian dengan komoditi yang mengalami kenaikan harga.

Rencananya, pasar murah yang digelar Pemprov Kalteng berlangsung 1-5 Mei 2019. 

"Misalkan saja, pada saat bersamaan harga bawang merah mengalami lonjakan, maka pasar murah nantinya akan menjual bawang merah dengan harga yang normal," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Jenta, Minggu (21/4/2019).

Dia menjelaskan, paketan yang dijual saat pasar murah nantinya, biasanya mendapat subsidi sebesar 30%. "Kebiasaan, dalam satu lokasi pasar murah kita menyediakan setidaknya 350 paket sembako, dan maksimal 600 paket," lanjutnya.

Pasar murah yang digelar pada awal Mei ini sebagai langkah nyata Pemprov Kalteng menekan lonjakan harga yang sering terjadi saat memasuki hari besar keagamaan. (GAZALI/B-2)