BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto mengatakan bahwa mata pelajaran Pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4) harusnya jangan sampai dihilangkan.
"Dulunya, di era generasi yang sempat mengecap P4, pengembangan jati diri bangsa begitu kuat," kata Sigit kepada Borneonews, Minggu (21/4/2019).
Hilangnya P4, lanjut Sigit, membuat masuknya paham dan budaya yang menyesatkan dan memecah belah. "Bahkan hilangnya moral karena ketiadaan P4 ini," tegas Sigit.
Politisi PDI Perjuangan ini menyebut bahwa ketiadaan P4 membuat aksi bullying timbul di kalangan pelajar. Seperti kasus perundungan atau bully yang menimpa Audrey, salah seorang siswi SMP di Pontianak yang dikeroyok oleh kurang lebih 12 siswi sekolah lainnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)








