KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melalui Dinas Kominfo dan Dinas Perikanan akan memperkenalkan teknologi layanan Ultra Small Aperture Terminal (USAT) kepada para nelayan setempat untuk meningkatkan hasil tangkap.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kominfo Kapuas Suwarno Muriyat dimana program tersebut dirinya peroleh seusai mengikuti seminar nasional Aspeksindo dan Kemenko Maritim di Jakarta belum lama tadi.

USAT merupakan layanan aplikasi dan komunikasi industri maritim yang akan bisa memudahkan para nelayan saat menangkap ikan.

"Diskominfo dan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas atas izin Bupati Kapuas akan segera memperkenalkan aplikasi dan teknologi ini kepada para nelayan," ucap Suwarno kepada wartawan Minggu (21/4/2019).

"Agar para nelayan dapat mengetahui daerah tangkapan yang banyak, perkiraan bahan bakar yang diperlukan serta dapat berkomunikasi dan bertransaksi dari tengah laut," lanjutnya.

--page

Lebih lanjut Suwarno menambahkan, layanan USAT yang baru diluncurkan menggunakan teknologi TDMA milik THISS (outbound and inbound management) memungkinkan penghematan penggunaan transponder bandwidth  dan membuat harga layanan airtime tetap terjangkau. 

“Layanan itu dapat menjangkau seluruh perairan Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam bahkan sampai ke wilayah laut Cina Selatan yang strategis," katanya.

Secara khusus, layanan ini mentargetkan kapal-kapal kecil, baik di skala regional maupun untuk daerah pesisir, misalnya pada sektor perikanan dan layanan offshore, akan memainkan peran penting dalam usaha me-modernisasi industri seperti perikanan, manajemen kapal yang efisien.

"Dan untuk meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan jutaan para pelaut," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)