JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program biofuel atau biodiesel berbasis minyak sawit dinilai efektif untuk meningkatkan penyerapan pasar, sehingga mengurangi penumpukan stok. 

Untuk itu, pelaku usaha kelapa sawit meminta pemerintah melakukan percepatan penggunaan minyak sawit mentah (CPO) sebagai campuran bahan bakar.

Hal ini merupakan salah satu visi dan misi dari pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Penggunaan CPO sebagai bahan campuran untuk bahan bakar akan meningkatkan penggunaan dalam negeri.

"Kami mengharapkan kepada presiden terpilih melakukan percepatan penggunaan CPO dalam negeri, khususnya untuk energi," kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), Mukti Sardjono kepada wartawan, di Jakarta, akhir pekan lalu. 

Percepatan tersebut bisa dalam penerapan B20, B30, hingga B100, seperti yang diungkap Capres Joko Widodo dalam debat lalu. Selain itu, CPO juga dapat menjadi campuran untuk biopremium dan bioavtur.

--page

"Selain konsumsi dalam negeri, kami meminta peningkatan konsumsi dalam negeri. Hal itu dilakukan dengan cara peningkatan ekspor pasar tradisional maupun membuka ekspor ke pasar baru," papar Mukti.

Sedangkan pasar tradisional seperti India, Pakistan, China dan Bangladesh, lanjut Mukti, perlu untuk dipelihara. Selain itu, pasar ekspor CPO non tradisional seperti Timur Tengah dan Afrika.

"Guna mendorong ekspor, infrastruktur penunjang juga diperlukan. Oleh karena itu GAPKI juga meminta agar pemerintah dari presiden terpilih nanti menggenjot infrastruktur," ujarnya.

Mukti menambahkan, presiden terpilih harus memastikan target peremajaan, khususnya perkebunan rakyat dapat terlaksana sehingga dapat meningkatkan produktivitas. (NEDELYA RAMADHANI/m)