BORNEONEWS, Palangka Raya - Lembaga Kerukunan Masyarakat Batak Kalimantan Tengah (LKMB-Kalteng) bersama puluhan mahasiswa yang bernaung di sejumlah organisasi bakal mengawal kasus kecelakaan yang menewaskan tiga mahasiswa di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya.
"Kami mengharapkan adanya transparansi dan mungkin kami akan membentuk tim hukum untuk mengawal kasus ini," tegas Ketua Umum LKMB-Kalteng JMT Pandiangan, Selasa (23/4/2019).
Namun demikian, pihaknya meyakini bahwa Polda akan bersikap transparan dalam menangani kasus ini. Pandiangan juga menilai sejauh ini telah mendapat respons positif dari pihak Polda.
Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar karena selama dua hari selalu hadir di rumah sakit.
Kapolres juga membantu pengantaran jenazah korban ke Medan, Sumatra Utara, maupun penjemputan ketika sampai di sana. Termasuk keberangkatan jenazah ketiga pada Selasa pagi. Bahkan sempat direncanakan mendatangkan keluarga dari almarhum.
--page
"Artinya kami melihat iktikad mereka sudah sangat simpatik bagi kami," ungkapnya.
Menurut Pandiangan, kejadian tersebut bukanlah kecelakaan lalu lintas. "Karena anak-anak (mahasiswa korban) tidak sedang berkendara. Sesungguhnya mereka bukan di pinggir jalan tapi mereka betul-betul di areal tempat nongkrong."
"Ini merupakan kejadian tragis. Kami sampaikan bahwa mereka nongkrong bukan di tempat yang salah. Mereka duduk di tempat yang tepat."
"Kami berharap kasus ini dikelola secara proporsional. Bukan semata untuk kepentingan anak, tapi juga semuanya," beber dia.
Dalam kesempatan itu, perwakilan dari setiap organisasi juga angkat bicara. Beberapa poin penting yang disampaikan yakni ingin kasus tersebut transparan dan memproses penabrak sesuai aturan yang berlaku.
--page
Kemudian, kasus tersebut harus ditindaklanjuti seadil-adilnya. "Kami siap mengawal kasus ini sampai selesai sesuai prosedur," tegas salah satu perwakilan mahasiswa.
Selain akan mengawal, mereka juga berencana menggelar aksi simpatik seribu lilin di lokasi kejadian.
Sementara itu, seorang saksi berinisial Cr mengatakan bahwa sebelum kejadian, mobil yang dikemudikan perwira Polres Palangka Raya berinisial MH posisinya berada tengah jalan.
"Waktu itu saya di belakang dengan jarak kurang lebih 100 meter dengan mobil arah menuju Bundaran Besar. Rencananya saya juga mau belanja ke Indomart."
"Tiba-tiba mobil oleng ke kiri. Pikir saya mau ke Indomart. Namun tidak berhenti dan tiba-tiba menabrak," tuturnya.
--page
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan mengatakan bahwa perwira Polres Palangka Raya berinisial MH itu akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Iya, tetap dilakukan proses hukum. Saat ini, masih tahap pemeriksaan terhadap yang bersangkutan di Polres," ucap Hendra.
Untuk sementara, lanjut Hendra, tugas MH di Polres Palangka Raya akan digantikan oleh Wakapolres Kompol Rofiq dan Kapolres.
"Jadi tugasnya digantikan oleh Wakapolres dan Kapolres karena yang bersangkutan fokus menjalani pemeriksaan," ungkapnya.
Hendra melanjutkan, kecelakaan tersebut diduga lantaran faktor kelelahan yang dialami oleh perwira berpangkat AKP itu. Lantaran dia kurang istirahat setelah selama beberapa hari fokus memantauan tahapan pemilu serentak.
--page
Seperti diberitakan, peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan tiga mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya pada Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.
Awalnya, hanya mahasiswa yang meninggal dunia hanya dua orang, berinisial SM, 22, dan RP, 21. Keduanya warga asal Sumatera Utara. Keesokan harinya, jenazah korban diberangkatkan ke kampung asal melalui Bandar Udara Tjilik Riwut.
Kemudian pada Senin (22/4/2019) pukul 22.27, menyusul korban lainnya yang menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Korban ketiga merupakan mahasiswi UPR berinisial LS, 21, yang juga asal Sumatera Utara. Sekitar pukul 06.30, jenazahnya diberangkatkan ke tanah kelahirannya.
"Meninggalnya pukul 22.27 (LS). Katanya pukul 22.15, sudah berhenti bernapas. Cuma setelah itu masih dilakukan tindakan pacu jantung namun tidak berhasil," kata rekan almarhum, Kev, 21. (BUDI YULIANTO/B-3)








