PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Ketua Tim Pengerak Persatuan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pulang Pisau, Nunu Andriani Edy Pratowo mengatakan, jika tidak ada perjuangan Kartini mungkin saat ini tidak ada perempuan yang bisa menjabat posisi strategis dalam pemerintahan. 

Dalam peringatan Hari Kartini yang ke-140 di Pulang Pisau,  Rabu (24/4/2019) Nunu mengatakan, 21 April menjadi tanggal dan bulan yang bersejarah bagi masyarakat Indonesia terutama kaum perempuan. 

Dewasa ini dalam era milenial, terang Nunu, peran perempuan semakin terlihat, tidak hanya memiliki posisi sentral dalam keluarga yang berperan strategis sebagai istri, mitra suami, ibu rumah tangga maupun pendidik generasi penerus, namun juga sebagai pengambil keputusan untuk berbagai pilihan hidupnya.

"Mereka semakin menyadari pentingnya mendapatkan perlindungan dan tempat terbaik diberbagai kesempatan," katanya. 

Era Milenial, menurutnya, menjadi lahan pembebasan pergerakan perempuan untuk berpartisipasi di ranah publik tanpa melupakan keterikatan aturan norma sosial, hak dan kewajibannya sebagai perempuan.

--page

Saat ini, tambah Nunu, Indonesia telah banyak memiliki perempuan hebat yang menjadi inisiator maupun tonggak pembangunan perekonomian bangsa. 

"Tidak menutup kemungkinan nantinya bakal banyak bermunculan perempuan-perempuan hebat lainnya di Indonesia," katanya. (JAMES DONNY/B-2)