SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Konstelasi pemilihan anggota legislatif tahun 2019 di Kabupaten Kotawaringin Timur cukup keras. Bahkan sederet nama tenar mantan birokrat di Kotim nampaknya belum bertaring terjun ke dunia politik.

Bahkan peraihan suara mereka masih  belum mampu mengalahkan politikus tulen yang mulai dikerucutkan ke sejumlah nama tersebut. Pileg kali ini sejumlah birokrat yang ikut bertarung, yakni:

H. Burhanudin mantan Kepala Bappeda Kotim.

Arifin Mastur mantan Kepala Akbid Muhammadiyah Kotim/ Sekretaris Dinkes.

H. Kusdinata mantan Kepala BPKAD Kotim.

H. Sugian Noor mantan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi

H. Mudjiono mantan Kepala Disperindagsar.

--page

Suwardi mantan Camat Mentaya Hulu.

Samsudin Mulano mantan Camat Parenggean.

Yahya mantan Camat Mentaya Hilir Utara.

Upie mantan Camat Bukit Santuai.

Praktisi hukum dan politik di Kotim, Bambang Nugroho  mengakui pihaknya sangat berharap lembaga DPRD itu diisi oleh mantan birokrat senior itu. 

Pasalnya sebagai mantan birokrat akan mampu mengawasi secara maksimal kepada jajaran eksekutif. Karena secara teknis sudah memahami alur di pemerintahan.

--page

"Padahal secara pribadi saya sangat berharap caleg mantan birokrat ini bisa masuk dan duduk di DPRD Kotim, salah satunya itu untuk mengoptimalisasi fungsi pengawasan dan penganggaran di lembaga itu, namun sayang sepertinya nyaris tidak ada yang duduk," kata Bambang, Rabu (24/4/2019).

Bambang mengatakan selama ini yang duduk di DPRD itu kebanyakan tidak paham dengan tugasnya. Bahkan bisa dikatakan secara SDM di bawah jajaran eksekutif. Padahal legislatif yang mengawasi eksekutif tersebut. 

Karena kata dia kalau di lembaga itu diisi orang yang tidak tahu tugas dan fungsi terlebih lagi kemampuan SDM di bawah eksekutif maka  fungsi pengawasan itu jadi tidak bisa dilaksanakan. Artinya legislatif ini ilmunya harus di atas eksekutif. (NACO/B-5)