SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Prediksi tidak ada birokrat yang mampu duduk di kursi DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dikarenakan beberapa faktor. Penilain ini disampaikan pengamat hukum dan politik di Kotim, Bambang Nugroho.

"Kekalahan dari jajaran birokrat ini sangat kompleks. Padahal secara popularitas birokrat senior yang mencaleg itu sudah dikenal," kata dia, Rabu (24/4/2019). 

Faktor itu di antarnya mulai dari belum paham dengan strategi politik, kekuatan finansial dan saat menjabat dalam kondisi bermasalah dengan masyarakat.

Apalagi kata dia strategi politik saat ini harus diatur dengan matang. Bahkan sistem jual beli suara hingga biaya operasional mempengaruhi segalanya. Tentunya dengan itu kalangan birokrat belum terbiasa.

"Kalau biaya operasional itu cukup besar. Mulai dari pembentukan tim hingga logistik," tegasnya.

--page

Jika faktor itu salah satunya tidak mendukung maka akam sulit. Dari itu tiga faktor itu harus dikuasai bagi mantan birokrat jika ingin maju.

Sementara itu, di sisi lain caleg PDI Perjuangan Agus Seruyantara menyebutkan ini sebagai pembuktian betapa sulitnya duduk menjadi seorang legislator.

"Sekarang para birokrat itu tahu. Apa selama ini mereka anggap gampang saja. Maka dengan ini kami yang duduk di sini bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat itu. Soal anggaran kami akan habis-habisan memperjuangkannya berhadapan dengan eksekutif," tegas politisi yang bakal kembali melenggang ke DPRD Kotim ini. (NACO/B-5)