SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Zainudin yang merupakan Ketua RT 63 RW 4 meninggal dunia. Diduga ia kelelahan mengikuti proses pelaksanaan pemilu.

Bahkan sejak pelaksanaan hingga rekapitulasi di kecamatan, almarhum selalu ada di tempat tersebut. Anggota PWI Kotim ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (25/4/2019) pagi.

"Sempat dibawa ke rumah sakit, namun sudah meninggal di jalan," kata Anto, rekan almarhum.

Zainudin, sejak rekapitulasi siang hingga malam ada di Kecamatan. Bahkan Rabu (24/4/2019) malam, ia masih terlihat mengikuti proses rekapitulasi perhitungan surat suara.

"Tadi malam dia membawa saya ke kecamatan. Saya bilang tidak bisa jadi di sendiri saja ke sana. Ya sudah katanya semoga panjang umur bisa ketemu katanya, terkejut saya dengarnya dia ngomong seperti itu," tegasnya.

--page

Rekannya menduga, Zainudin kelelahan. Padahal sebelumnya almarhum masih baik-baik saja. Apa jabatan Zainudin dalam pelaksanaan pemilu ini mereka tidak tahu persis. 

Sementara itu, Komisioner KPU Kotim M Rifqi Nasrullah menyebutkan kalau alamarhum bukan bagian dari petugas pelaksana pemilu. "Saya sudah konfirmasi Ketua PPK Baamang, katanya beliau bukan petugas pelaksana pemilu," tandasnya. (NACO/B-2)