PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perasaan gaduh dan gelisah yang dirasakan calon legislatif (Caleg) bisa berujung pada rumah sakit jiwa. Khususnya caleg yang gagal menjadi anggota dewan. 

Sebagaimana diketahui, pencoblosan pemilihan legislatif berlangsung pada 17 April lalu, bersamaan dengan pemilihan presiden. Saat ini masih memasuki tahapan penghitungan suara. 

Namun, sampai sejauh ini, tidak ada caleg yang konsultasi maupun menjalani perawatan di Rumah Sakit Kalawa Atei. 

"Sampai sekarang tidak ada. Bisanya kalau masuk rumah sakit itu karena perasaan gaduh dan gelisah sehingga rawat inap," kata Plt Direktur Rumah Sakit Kalawa Atei, Suyuti Syamsul, Jumat (26/4/2019).

"Kenapa harus dirawat inap? Karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kalau hanya susah tidur, makan tidak enak, tiba-tiba magh mungkin masih bisa di tempat lain (bukan di rumah sakit jiwa)," kata pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng tersebut.

--page

Meski tidak ada, Suyuti menyebut bahwa pihaknya siap menampung jika ada caleg stres.

"Daya tampung kita 60 orang. Paling banyak terisi 20-25 orang dengan tenaga pegawai dan tiga dokter jiwa," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-11)