PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Triyanto mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat yang sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2019, namun tidak mendapat surat C6. 

"Ini banyak sekali terjadi di mana-mana, sehingga akhirnya banyak warga yang tidak bisa memilih. Ini harus dievaluasi oleh penyelenggara pemilu," ujarnya, Jumat (26/4/2019).

Dengan tidak mendapat undangan pencoblosan, maka angka golput juga tinggi. Padahal, penyelenggara pemilu menergetkan partisipasi pemilih pada pesta demokrasi tahun ini meningkat. 

"Memang bisa saja datang ke TPS dengan menunjukan KTP saja. Namun, harus datang pukul 12.00 WIB lebih. Tapi pemilih juga terbatas karena surat suaranya sedikit, hanya 2% dari jumlah DPT," sebutnya. 

Termasuk di rumah sakit. Menurut politisi Partai Gerindra ini, ratusan pasien tidak bisa mencoblos. Padahal, pihak Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sudah menunggu petugas KPU. Namun tidak kunjung datang. Sehingga banyak pasien yang golput.

--page

"Ini semua terjadi karena penyelenggara pemilu belum siap. Jika sudah siap, semua masalah yang saya sebutkan di atas tidak bakal terjadi. Serta harusnya dilakukan simulasi jangan sekadar menjalankan sosialisasi," bebernya. 

Meski demikian, Triyanto tetap menunggu hasil rekapitulasi KPU. Apakah tingkat partisipasi pemilih di Kobar banyak atau tidak. Karena target dari penyelenggara pemilu, partisipasi pemilih lebih dari 70% dari total 179 ribu orang yang tercatat di DPT.

"Intinya penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu harus mengevaluasi secara besar-besaran. Karena masih banyak kesalahan. Sehingga banyak warga yang tidak bisa menyalurkan hak suara," pungkasnya. (Andreansyah/B-3)