PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Imunisasi merupakan cara efektif, efisien, dan murah untuk mencegah angka kesakitan dan kematian. Bahkan, imunisasi mampu meningkatkan kekebalan tubuh pada anak.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul, Jumat (26/4/2019).

"Untuk capaian di daerah memang bervariasi. Ada daerah yang sudah bagus, ada juga yang memang perlu didorong. Oleh sebab itu, harus ditingkatkan lagi," ucap Suyuti didampingi dokter Endang Sri Lestari Narang.

Suyuti menceritakan, sempat berbincang dengan anggota majelis kehormatan kode etik kedokteran bahwa ada beberapa persoalan yang dihadapi dalam menyosialisasikan imunisasi.

Salah satunya adanya dokter yang menentang imunisasi. Namun, dokter yang dimaksud bukan di daerah Kalteng melainkan luar kalimantan.

--page

"Tentu akan diberikan sanksi bahkan bisa pencabutan izin (praktik) kalau menentang imunisasi. Karena buktinya sudah jelas, kenapa harus ditentang," ungkapnya.

Meski tidak di Kalteng, Suyuti menilai persoalan itu tetap bisa berdampak tidak baik bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai. 

Selain dokter, juga ada kelompok komunitas yang mungkin masih belum memahami sehingga disebut imunisasi haram. Terutama vaksin measles dan rubella (MR).

"Tapi alhamdulillah, MUI provinsi sudah mendukung kita untuk imunisasi. Mudah-mudahan dengan dukungan itu nanti akan lebih bagus lagi," ungkapnya.

Ia menambahkan, persoalan lainnya yakni tidak semua puskesmas di Kalteng teraliri listrik.

--page

"Sedangkan vaksin harus disimpan pada suhu tertentu 24 jam terus-menerus. Resiko terjadinya masalah divaksin akan besar kalau listrik tidak berjalan dengan bagus," tuturnya, sembari berharap ke depan semua puskesmas bisa teraliri listrik. (BUDI YULIANTO/B-3)